Jumat, 01 Agustus 2008

Inginkah Anda Menjadi Orang yang Ikhlas?

Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.” Niat yang baik atau keikhlasan merupakan sebuah perkara yang sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sering berbolak-baliknya hati kita. Terkadang ia ikhlas, di lain waktu tidak. Padahal, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, ikhlas merupakan suatu hal yang harus ada dalam setiap amal kebaikan kita. Amal kebaikan yang tidak terdapat keikhlasan di dalamnya hanya akan menghasilkan kesia-siaan belaka. Bahkan bukan hanya itu, ingatkah kita akan sebuah hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa tiga orang yang akan masuk neraka terlebih dahulu adalah orang-orang yang beramal kebaikan namun bukan karena Allah?. Ya, sebuah amal yang tidak dilakukan ikhlas karena Allah bukan hanya tidak dibalas apa-apa, bahkan Allah akan mengazab orang tersebut, karena sesungguhnya amalan yang dilakukan bukan karena Allah termasuk perbuatan kesyirikan yang tak terampuni dosanya kecuali jika ia bertaubat darinya, Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa : 48)

MENYAMBUT RAMADHAN BAGI ORANG MUSLIM

Dalam kesempatan Bulan Ramadhan ini, saya menyampaikan harapan pada segenap kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia, sebuah harapan yang tulus semoga Bulan Suci ini membawa kebaikan tak terhingga terutama kedamaian bagi para penganutnya. Begitu banyak kaum Muslimin, di Palestina, Chechnya, Kashmir, Turkestan Timur, Indonesia, dan negara-negara lain memasuki bulan ini dalam suasana kekerasan, konflik, dan perang. Keinginan satu-satunya dari orang-orang tak berdosa yang terjebak dalam kemiskinan, kelaparan dan wabah penyakit adalah dapat hidup di bawah naungan agama mereka, dalam atmosphere kedamaian dan stabilitas serta hidup dalam suasana aman tanpa gangguan.

Agar segala permasalahan yang muncul tersebut berakhir, segenap kaum Muslimin harus bersatu padu, melakukan usaha serius untuk menjadikan nilai-nilai Alquran tersampaikan dan membumi, dan bekerja sama membantu sedapat mungkin kaum Muslimin yang membutuhkan pertolongan. Bulan Ramadhan amatlah penting terutama ketika kerjasama dan saling bantu dikedepankan. Yang paling penting di sini adalah jangan berpikir bantuan seperti apa yang sebaiknya saya berikan? Akan tetapi bekerjalah dengan setulus hati. Yang tak boleh dilupakan adalah, bahwa Allah Tuhan Semesta Alam, yang akan menentukan keberhasilan segala upaya ini dan menerima doa orang-orang beriman yang setia kepada-Nya.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang berlimpah pahala, seperti digambarkan dalam Alquran yang diturunkan sebagai pedoman bagi seluruh umat manusia, di dalamnya juga terdapat malam yang memiliki nilai lebih baik dari pada seribu bulan, Lailatul Qadr (QS. Al Qadar:3). Selama Bulan Ramadhan, seluruh umat Muslimin di dunia menjalankan perintah puasa, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah, atas segala rahmat yang telah diberikan-Nya pada mereka.

Dalam Surat Al-Baqarah, Allah menyatakan perihal Bulan Ramadhan sebagai berikut: Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya berpusa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al Baqarah [2]: 185)

Menunaikan kewajiban berpuasa untuk mencapai ridha Allah adalah suatu bukti keimanan yang kuat, kesucian jiwa, keikhlashan hati, dan rasa takut kepada Allah. Puasa adalah suatu bentuk penyembahan khusus antara hamba dan Allah sebagai Tuhannya, karena hanya Allah yang mengetahui 'azam/niat seseorang, keikhlashan, kemurnian dan perhatiannya atas amalan yang halal dan yang haram, termasuk ketika seseorang menunaikan kewajiban ini. Tak seorangpun mengetahui apakah seseorang berpuasa untuk memberi kesan kepada orang-orang sekitarnya ataukah untuk maksud lain di luar tujuan suci yang utama. Orang yang berpuasa diberi imbalan sebagai amalan sesuai dengan apa yang ada dalam pandangan Allah.

Rasulullah memberi berita yang menggembirakan kepada umatnya dalam sebuah hadits: Sungguh! kebahagiaanlah bagi orang-orang yang melalui bulan (Ramadhan) ini dengan berpuasa, beribadah, dan melakukan amal kebaikan (amal sholeh)

Allah menyampaikan kewajiban berpuasa ini dalam Alquran Surat Al Baqarah: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al Baqarah [2]: 183)

Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, salah satu alasan mengapa puasa diwajibkan adalah agar manusia bertakwa dan mampu menahan hawa nafsunya. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah percaya (beriman) kepada Allah dengan hati tulus, mematuhi segala perintahnya dan menjauhi godaan hawa nafsunya. Dengan demikian, moralitas seseorang akan tumbuh baik seiring dengan waktu, keimanannya semakin mendalam, dan ketakutannya pada Allah makin kokoh.

Akan tetapi, satu hal penting bahwa keimanan yang suci, do'a yang tulus, dzikir pada Allah dan keinginan untuk mengekang hawa nafsu seharusnya tidak surut dengan berakhirnya bulan puasa. Seseorang dengan keimanan yang teguh memancarkan moralitas/semangat Ramadhan bahkan setiap saat dalam hidupnya. Allah telah membuat kewajiban berpuasa hanya pada saat tertentu, dan memerintahkan manusia untuk menjauhi hal yang terlarang/salah. Manusia harus menjauhi hal-hal terlarang sepanjang hidupnya, mendengarkan suara hati nurani, berusaha mendapatkan keridhaan Allah dan kembali hanya kepada-Nya. Inilah moralitas yang disenangi oleh Allah. Melakukan hal-hal yang berlawanan dengan ibadah, doa dan dzikir pada Allah selama Bulan Ramadhan, dan menjauhi kebenaran yang tercantum dalam Alquran, sesaat setelah Bulan Suci ini berlalu, merupakan perbuatan yang dimurkai Allah. Hal ini dikarenakan pada Hari Pengadilan setiap orang akan diminta untuk menghitung seluruh amal perbuatannya, besar atau kecil, dan akan diganjar dengan ganjaran yang setimpal. Barang siapa bertakwa dan mendengarkan hati nuraninya akan selamat, dan barang siapa menolak dan membantah Allah akan mendapatkan adzab yang tiada akan pernah berakhir di neraka.

Sabtu, 07 Juni 2008

ilkom

Ilmu pengetahuan yang terus mengalami perkembangan akan senantiasa menghasilkan produk-produk teknologi yang baru. Sebagai konsumen dari produk-produk tersebut kita tentu saja merasakan perkembangan teknologi yang sekarang ini sudah memasuki era teknologi canggih. Hal ini ditandai dengan produk baru yang memang lebih baik dari produk sebelumnya. Kita ambil sebuah contoh yang umum tentang pesawat televisi. Pada era tahun tujuh puluhan memiliki televisi diangap sebagai barang lux. Era delapan puluhan pesawat televisi hitam putih sudah mulai memsyarakat dan memiliki televisi berwarna merupakan suatu kemewahan. Pada era sembilan puluhan sampai era milenium ini pesawat televise berwarna sudah merupakan suatu kebutuhan. Perkembangan teknologi memang begitu cepat, televisi berwarna dapat menggeser televisi hitam putih dalam masa 20 tahun saja.
Akan tetapi tahukan kita bahwa radiasi televisi berwarna lebih besar dibandingkan dengan radiasi televisi hitam putih? Kita tentu saja tahu hal tersebut, akan tetapi hal yang mungkin tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi akan senantiasa diikuti oleh dampak terhadap kehidupan manusia, ada dampak positif dan dampak negatif. Demikian pula halnya dengan komputer, jika sebelum era milenium ini komputer merupakan barang mewah maka sekarang komputer sudah mulai memasyarakat. Bahkan anak Taman Kanak-Kanak pun sudah mulai diajarkan mengoperasikan komputer. Jika sebelum ini komputer hanya digunakan dalam pengolahan data saja maka sekarang berkirim surat kita hanya perlu waktu dibawah satu menit untuk tujuan seluruh dunia dengan komputer.
Ada hal menarik seiring berkembangnya komputer di kalangan kita sehari-hari. Jika dulu applikasi komputer terbatas maka sekarang applikasinya sudah semakin luas. Dan hal lain yang lebih menarik adalah orang sudah biasa berlama-lama berada didepan monitor atau layar komputer, mengapa orang tidak merasa jenuh atau bosan? Karena applikasinya yang semakin luas dari komputer itu menjadikannya sebagai bahan yang sangat menarik. Akan tetapi tahukah kita bahwa layar ataupun monitor komputer yang sering kita pandang dapat mempunyai dampak negatif bagi kesehatan kita? Lelah mata merupakan hal yang biasa, tetapi lelah yang terlalu lama akan menyebabkan mata menjadi merah dan berair. Jika hal ini juga dianggap biasa maka gangguan syaraf akan terjadi yang bisa saja membuat mata menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Mata merah bukan hanya disebabkan kelelahan saja, akan tetapi ada lagi penyebab lain yang mungkin terjadi pada layar atau monitor komputer yang kita gunakan yakni apa yang disebut sebagai radiasi.
Pemuda-Mahasiswa Akselelator Kebangkitan Masyarakat

Mahasiswa adalah agent of change potensial
Secara fitrah, masa mahasiswa merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal dalam akselerasi kebangkitan masyarakat. Peran sosial yang tercermin dalam kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki mahasiswa. Pemikiran politik kritis mereka terhadap pemerintahan sangat didambakan rakyat. Di mata masyarakat umumnya, mereka adalah agen perubahan (agent of change) tatkala masyarakat terkungkung oleh tirani kezaliman dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban berbasis kultur riset-teknologi dan moral terletak di pundak mereka.
Demikianlah keadaan dan peranan mahasiswa. Kiprah mereka sangat didambakan dalam mengukir peradaban bangsa ini. Mereka merupakan tonggak kejayaan rakyat. Peranan mereka sangat didambakan oleh masyarakat sebagai pionir perubahan ke arah yang lebih baik. Seorang mahasiswa tidak layak hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan di tengah kemunduran rakyat yang sangat memprihatinkan ini. Seorang mahasiswa jangan sampai menjadi penghalang kemajuan bangsa dan perjuangan menuju kebangkitan Indonesia. Bersemangatlah dan lakukan yang terbaik.
Peran Strategis Mahasiswa dalam Kehidupan Masyarakat
Secara umum,mahasiswa mempunyai tiga peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Peran yang diemban mahasiswa
1. Peran sosial
Mahasiswa berperan dalam melindungi kepentingan sosial masyarakat. Sudah selayaknya mahasiswa sebagai duta rakyat menunaikan amanah ini. Karena berkat masyarakatlah, mahasiswa dapat mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Biaya kuliah yang seharusnya berjuta-juta, menjadi lebih kecil dan ringan berkat kontribusi masyarakat dalam mensubsidi biaya pendidikan.
Relitas sosial yang terjadi di masyarakat saat ini sungguh memprihatinkan. Angka kemiskinan, kauntitas pelajar yang putus sekolah, dan tingkat kriminalitas semakin meningkat dari tahun ke tahun. Mahasiswa sebagai insan terpelajar sudah seharusnya peka terhadap realitas sosial ini yang secara nyata dan kasat mata terjadi di sekitar tempat tinggal mereka. Adalah ironis jika seorang mahasiswa tidur dengan perut kenyang dan berselimut hangat, sementara rakyat kecil di sekitar tempat mereka tinggal dan berinteraksi merintih kelaparan dan kegelisahan akibat beratnya beban hidup. Jangan berkata “aku adalah seorang mahasiswa” bila belum menjalankan peran penting ini.
2. Peran politik
Politikus terkadang lebih kejam dari terkaman serigala. Terkaman serigala pada mangsanya hanya terjadi seketika, tetapi terkaman politikus busuk terhadap kepentingan rakyat terjadi sekian lama, secara simultan dan mendalam hingga berakibat pada kesengsaraan. Begitu dasyatnya kebobrokan yang terjadi di lingkungan pemerintahan karena ulah politikus ulung yang tak bertanggung jawab terhadap amanah yang diembannya. Korupsi, kolusi, nepotisme, dan serakah akan kursi basah (jabatan) yang terjadi di antara pejabat negara, makin memperburuk citra Indonesia sebagai bangsa yang beradab. Adalah kewajiban mahasiswa sebagai generasi penerus pemimpin bangsa untuk menghapuskan praktik kotor ini. Mahasiswa harus berperan aktif dalam meluruskan penyimpangan politik di pemerintahan karena hal ini akan berdampak pada terlemparnya kepentingan rakyat pada jurang ketidakadilan.
Kontribusi politik mahasiswa dalam perjuangan bangsa demi kebangkitan dan perubahan nasib kehidupan masyarakat tak akan pernah berakhir. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI pada tahun 1945 dan Reformasi tahun 1998 merupakan sebagian kecil dari rentetan periode perjuangan politik mahasiswa yang berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah kebangkitan masyarakat dan bangsa.
3. Peran kultural
Peran kultural yang dimaksud meliputi kultur akademik dan moral. Kedua kultur inilah yang akan melengkapi kebesaran eksistensi mahasiswa sebagai duta masyarakat ketika menjalankan peran sosial dan politik.
Prestasi akademik seharusnya sudah menjadi kultur mahasiswa sebagai insan terpelajar. Fungsi sosial dan politik yang saat ini menjadi idealisme mahasiswa tak akan kokoh tanpa prestasi akademik. Karena kultur akademiklah yang akan menghilangkan kebodohan rakyat dan menjadi kunci pintu dalam mencerdaskan bangsa. Dengan prestasi akademiklah bangsa ini akan diakui oleh dunia sebagai bangsa yang besar dan tangguh. Dan dengan prestasi akademiklah perkembangan teknologi tercipta. Bercerminlah pada Iran. Bagaimana mahasiswa atau akademisi bersemangat untuk mengembangkan kegiatan riset teknologi. Sehinggga saat ini Iran berhasil mengembangkan teknologi nuklir sehingga dapat menggetarkan negara adidaya Amerika Serikat dan sekutunya.
Knowledge is power but character is more. Ilmu pengetahuan adalah utama, tetapi karakter (moral) lebih utama. Pengetahuan atau prestasi akademik tak akan bermakna tanpa moral atau akhlak yang mulia. Apalah gunanya pengetahuan yang luas jika pribadi kita sempit, egois, dan jauh dari etika moral yang mulia. Adalah kewajiban kita membuktikan karakteristik ilmu padi. Semakin tumbuh tinggi, semakin merunduk. Semakin tinggi pengetahuan semakin rendah hati dan menjadi teladan bagi masyarakat baik dalam segi pemikiran maupun tindakan. Pribadi yang jujur, disiplin, dermawan, dan egaliter adalah sebagian akhlak mulia yang wajib dimiliki oleh duta masyarakat (mahasiswa). Jangan berbicara memperbaiki bangsa dan negara jikalau memperbaiki pribadi pun tidak mau.

Jumat, 11 April 2008

ORANG-ORANG MISKIN YANG JAUH DARI PERHATIAN

Terlalu banyak orang-orang miskin jauh dari pendidikan di jalan-jalan

yang tinggal di dalam selokan

yang kalah di dalam pergulatan

yang diledek oleh impian

janganlah mereka ditinggalkan.

Angin membawa bau baju mereka

rambut mereka melekat di bulan purnama

wanita-wanita menghandung berbaris di cakrawala

mengandung buah jalan raya.

Orang-orang miskin, orang-orang berdosa

bayi gelap dalam batin,rumput dan lumut jalan raya

tak bisa kamu abaikan

Bila kamu remehkan mereka yang malang

di jalan kamu akan diburu bayangan

tidurmu akan penuh igauan

dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka.

Jangan kamu bilang negara ini kaya

karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.

Jangan kamu bilang dirimu kaya

bila tetanggamu masih memakan nasi aking

Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu

dan perlu diusulkan,

agar ketemu presiden tak perlu ada pertumpahan

dan tentara/aparat di jalan jangan bebas memukul mahasiswa.

Orang-orang miskin di jalan

masuk ke dalam tidur malammu

perempuan-perempuan bunga raya

menyuapi putra-putramu

Tangan-tangan kotor dari jalanan

meraba-raba kaca jendelamu

mereka tak bisa kamu biarkan.

Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol

mereka akan menjadi pertanyaan

yang mencegat ideologimu

gigi mereka yang kuning

akan meringis di muka agamamu

Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap

akan hinggap di gorden pejabat-pejabat

Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah

bagai udara panas yang selalu ada

bagai gerimis yang selalu membayang

Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau

tertuju ke dada kita,

atau ke dada mereka sendiri.

Oh...., kenangkanlah ,

orang-orang miskin

juga berasal dari rumah Ibrahim

Terbelengguh

Terbelengguh dlm kemalasan yang membentuk diri kt tidak respect terhadap kemunduran diri

Jangan sesali apa yang telah kau dapat dan yang membentuk dalam dirimu saat ini karena semua hanya kau yang telah membentuknya sendiri, tanpa pernah memaknai, memotivasi dan mencoba merubah dirimu saat kau mendapat rangsangan dari orang-orang yang punya percaya diri dan punya kesuksesan. Hanya saja jangan pula kau terpaku dengan apa yang membuat merasa dirimu sendiri bodoh….Allah SWT menciptkan manusia dengan sebaik-baik bentuk.

DOA

kepada Pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh

mengingat Kau penuh seluruh
Cahayamu panas suci
tinggal kerdip lilin dikelam sunyi

Tuhanku......

Aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara dinegeri asing
Tuhanku

dipintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
......................................................