Jumat, 11 April 2008

ORANG-ORANG MISKIN YANG JAUH DARI PERHATIAN

Terlalu banyak orang-orang miskin jauh dari pendidikan di jalan-jalan

yang tinggal di dalam selokan

yang kalah di dalam pergulatan

yang diledek oleh impian

janganlah mereka ditinggalkan.

Angin membawa bau baju mereka

rambut mereka melekat di bulan purnama

wanita-wanita menghandung berbaris di cakrawala

mengandung buah jalan raya.

Orang-orang miskin, orang-orang berdosa

bayi gelap dalam batin,rumput dan lumut jalan raya

tak bisa kamu abaikan

Bila kamu remehkan mereka yang malang

di jalan kamu akan diburu bayangan

tidurmu akan penuh igauan

dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka.

Jangan kamu bilang negara ini kaya

karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.

Jangan kamu bilang dirimu kaya

bila tetanggamu masih memakan nasi aking

Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu

dan perlu diusulkan,

agar ketemu presiden tak perlu ada pertumpahan

dan tentara/aparat di jalan jangan bebas memukul mahasiswa.

Orang-orang miskin di jalan

masuk ke dalam tidur malammu

perempuan-perempuan bunga raya

menyuapi putra-putramu

Tangan-tangan kotor dari jalanan

meraba-raba kaca jendelamu

mereka tak bisa kamu biarkan.

Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol

mereka akan menjadi pertanyaan

yang mencegat ideologimu

gigi mereka yang kuning

akan meringis di muka agamamu

Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap

akan hinggap di gorden pejabat-pejabat

Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah

bagai udara panas yang selalu ada

bagai gerimis yang selalu membayang

Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau

tertuju ke dada kita,

atau ke dada mereka sendiri.

Oh...., kenangkanlah ,

orang-orang miskin

juga berasal dari rumah Ibrahim

Tidak ada komentar: